Energy Academy kembali mengambil langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan. Melalui Training POP yang baru saja diselenggarakan secara daring, lembaga ini berhasil mencetak calon pengawas operasional pertama yang kompeten, sesuai dengan kebutuhan industri.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis, Pelatihan POP diselenggarakan secara online. Meskipun dilakukan dari jarak jauh, peserta tetap mendapatkan pengalaman belajar yang interaktif, lengkap dengan studi kasus dan simulasi berbasis praktik lapangan. Hal ini membuktikan bahwa Diklat POP dapat disampaikan secara efektif meski tanpa tatap muka langsung.
Penyelenggaraan Sertifikasi POP ini mengacu pada Keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/djg/2003, yang mengatur standar kompetensi bagi pengawas operasional pertama. Dengan mengikuti program ini, peserta tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga memahami tanggung jawab serta risiko yang melekat pada posisinya.
Selama Training POP, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab pengawas, identifikasi bahaya, pengendalian risiko, inspeksi keselamatan, hingga pelaporan kecelakaan kerja. Materi yang disusun oleh Energy Academy disesuaikan dengan kondisi lapangan, sehingga mudah diimplementasikan.
Peserta dari berbagai perusahaan tambang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti Pelatihan POP. Diskusi aktif, tanya jawab, dan presentasi kelompok yang berlangsung selama Diklat POP menandakan betapa pentingnya peran pengawas dalam menjaga keselamatan dan efisiensi operasional.
Energy Academy melalui Sertifikasi POP berperan aktif menciptakan SDM pertambangan yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga paham nilai-nilai keselamatan kerja. Ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan sistem pengawasan yang kuat, serta mendukung kinerja perusahaan dan perlindungan terhadap tenaga kerja.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan Training POP, Energy Academy kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis industri dalam menyiapkan pengawas lapangan yang siap menghadapi tantangan operasional. Pelatihan ini menjadi wujud komitmen untuk memperkuat sistem K3 di sektor pertambangan Indonesia.
Artikel ini juga tayangdi vritimes